Senin, 16 Juni 2008

akulah si upik abu... :-(

Lalu upik abu mencoba peruntungannya, tanpa minta bantuan peri cinta mendatangi singgasana rajanya, sahabatnya, lalu berkata wahai raja ini sahabatmu, si upik abu! sambil menghela nafas lalu melanjutkan perkataannya maafkan aku karena aku telah meninggalkanmu tapi aku merasa itu perlu, mungkin jika aku tidak pergi, kau takkan menjadi raja aku datang ingin mengucapkan selamat karena kau jadi raja, ya kau jadi rajaku, raja semua rakyat di negeri ini, kau begitu mempesona rajaku. Wahai raja sebelum aku pergi, aku mempunyai pertanyaan untuk paduka, masihkah kau menyimpan namaku dalam hatimu sebagai sahabatmu? Maaf karena aku lancang paduka, tapi aku masih menyimpan namamu sebagai sahabat dihatiku, bahkan lebih maaf paduka

bahkan kau tak memberiku kesempatan untuk berbicara, lalu kau akan pergi lagi dariku? jawab sang raja.

tidak! Kau takkan kuijinkan pergi lagi dari sini, dari sisiku mengapa kau tak bertanya kabarku, bahkan kau tak bertanya siapa upik abu yang sedang kucari, bahkan kau tak bertanya banyak tentangku seperti dulu?”… kaulah upik abuku aku menyimpan namamu dihatiku dengan arti yang lebih dari namaku yang kau simpan dihatimu!

~ and they were live happily forever ~

Sabtu, 14 Juni 2008

akulah si upik abu... :-(

Aku mengingatmu sebagai pangeran tak bermahkota yang sedang bingung memilih sang putri, Sedang aku.. aku hanyalah seorang upik abu yang kebetulan pangeran sangat ingin menjadi sahabatnya. Dan aku diwajibkan mendengar keluh kesahmu,

Tapi aku senang karena kau selalu menyanyi untukku, apapun. Tak pernah mengeluhkan aku, aku minta antar ke pasar, menimbakan air, segalanya.

Upik abu tetaplah upik abu kau menjadi raja, dan aku takkan pernah menjadi ratu, aku sadar aku tidak diciptakan untuk menjadi takdirmu. Pedih kala akhirnya aku menyadari ada setitik cahaya cinta dalam hatiku, terluka kala cahaya itu semakin tumbuh besar.

Upik abu tetaplah upik abu, aku tetap diwajibkan mendengar keluh kesahmu. Lalu aku pergi, kenangan akan menjadi terasa lebih indah kupikir. Bukannya aku menyerah, karena aku tak pernah berusaha.

Upik abu tetaplah upik abu, kau menjadi raja tapi mana ratumu?

Meskipun kau dan aku adalah kenangan, tapi kau adalah rajaku, aku ingin tahu siapa yang akhirnya kau pilih jadi ratumu. Kenapa kau selalu sendirian?

Kabarnya kau mencari upik abu untuk menjadi ratumu

Apakah aku upik abumu itu? Andai saja.

time flies

time flies..... udah lama ga buka blog, kebayang terakhir tahun 2009... 8 tahun kemudian... terakhir buka blog masih gadis.. jreng jreng sek...